Sejarah Desa RanuKlindungan

Desa Ranuklindungan di Kecamatan Grati tumbuh sebagai permukiman tepi Ranu Grati—danau vulkanik yang sejak lama menjadi poros ekonomi, budaya, dan identitas warga setempat. Secara administratif, perairan danau mencakup beberapa desa termasuk Ranuklindungan; penelitian terbaru juga menegaskan jejak hunian prasejarah (beliung batu, fragmen tembikar, bandul jala) di tepian ranu yang menunjukkan aktivitas Zaman Batu sekitar 10.000–5.000 SM. 
Legenda lokal—terutama kisah Endang Sukarni, Begawan Nyampo, dan sosok naga Baru Klinting—mewarnai asal-usul danau dan diwariskan melalui tradisi tahunan Distrikan berupa kirab budaya dan larung sesaji di perairan Ranu Grati. 
Memasuki era modern, pemerintah dan warga mengangkat potensi wisata berbasis cerita rakyat, misalnya pencanangan “Kampung Dewi Endang Sukarni” di Dusun Bandilan (2018) sebagai kampung tematik warna-warni, di samping pengelolaan kawasan tepian danau untuk rekreasi dan perikanan keramba. 
Di Ranuklindungan (Dusun Bebekan Lor) juga berdiri Loka Pengujian Standar Instrumen (LPSI) Ruminansia Besar—sebelumnya Loka Penelitian Sapi Potong—yang menjadi simpul kegiatan riset dan pengembangan sapi potong di Pasuruan. 
Dengan demikian, sejarah Ranuklindungan adalah anyaman antara lanskap geologi ranu purba, temuan arkeologi, memori kolektif lewat ritual Distrikan, dan inisiatif-inisiatif kekinian warga yang menghidupkan desa sebagai ruang budaya dan ekonomi di tepian danau.